Syarat hewan qurban

Berqurban merupakan syariat yang dijalankan masyarakat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Menjelang Iedul Adha umumnya banyak bermunculan pedagang hewan qurban musiman. Bebeda dengan hewan yang disembelih untuk konsumsi harian, hewan qurban tentu memiliki kriteria khusus, sebagaimana dijelaskan drh Supra Tikno, dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University.

Secara singkat drh Tikno menyampaikan bahwa hewan qurban harus memenuhi syarat sehat, tidak cacat, tidak kurus, dan cukup umur. “Biasanya, hewan tersebut punya surat keterangan kesehatan hewan (SKKH),” tambahnya.

Baca juga: Penggunaan USG sebagai alat diagnosis kebuntingan pada sapi

Ciri-ciri hewan qurban yang sehat

Lebih lanjut, drh Tikno menjelaskan, bahwa hewan yang sehat memiliki ciri-ciri diantaranya aktif bergerak, saling menaiki, nafsu makan baik, rambut atau bulu tidak kusam, cermin hidung basah, mata bersinar, mulut, hidung dan anus bersih.

Terdapat beberapa cara menilai hewan yang sehat ujar peneliti Halal Science Center (HSC) LPPM IPB University ini. Pertama, hewan dilihat dari sisi kanan, kiri, depan dan belakang untuk melihat kondisi fisiknya. Kedua, sebelum membeli hewan, pembeli sebaiknya meminta pedagang untuk menjalankan hewan. Melalui teknik ini akan terlihat apakah hewan aktif bergerak.

Ketiga, pembeli perlu memeriksa kaki dan kuku hewan. Keempat, pembeli dapat memberikan pakan pada hewan, dan memeriksa secara seksama lubang tubuh dan mata. Terakhir, pembeli disarankan memeriksa cermin hidung, apabila kering maka menunjukkan hewat tersebut sakit atau demam.

Memastikan hewan tidak cacat dan tidak kurus

Syarat hewan qurban berikutnya adalah hewan tersebut tidak cacat. Perlu diperhatikan apakah telinga hewan tersebut rusak, ekor terpotong, pincang, buta hingga buah zakar (testis) yang tidak lengkap. Sementara itu drh Tikno juga menjelaskan, hewan kurus dapat dilihat dari adanya penonjolan tulang-tulang rusuk atau iga, tulang bagian pinggang, dan pinggul.

kambing

Dalam konteks ini drh Tikno mengutip dalil yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Tidak bisa dilaksanakan qurban binatang yang pincang, yang nampak sekali pincangnya, yang buta sebelah matanya dan nampak sekali butanya, yang sakit dan nampak sekali sakitnya dan binatang yang kurus yang tidak berdaging/berlemak.”

Baca juga: 7 Bakteri Patogen Penyebab Keracunan Makanan

Hewan qurban harus cukup umur

Syarat terakhir hewan qurban adalah hewan tersebut telah cukup umur. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim, “Jangan kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang “mussinah”(telah berganti gigi) kecuali jika sukar didapat, maka boleh berumur satu tahun (yang masuk kedua tahun) dari kambing maupun domba.”

Hal ini disampaikan drh Tikno untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tidak pernah dipersyaratkan ukuran berat badan sebagai syarat hewan qurban. Karenanya pembeli harus memahami dan mengutamakan hewan yang memenuhi kriteria mussinah atau berganti gigi.

Dalam menentukan pergantian gigi tersebut drh Tikno memberikan tips, “Perhatikan gigi paling tengah, jika sudah berganti maka akan sangat besar dan sangat berbeda dengan gigi di sebelahnya. Akar giginya juga sudah masuk lebih dalam ke dalam gusi,” ujarnya.

Namun demikian, jika sulit mencari hewan mussinah maka dibolehkan hewan dengan kriteria tsaniyyah atau telah genap satu tahun untuk domba maupun kambing, tambahnya.

Sementara untuk umur sapi, kriteria utama adalah yang telah memasuki tahun kedua (minimal 13 bulan) atau memasuki tahun ketiga (minimal 25 bulan). Ketika tsaniyyah susah diperoleh maka alternatif terakhir adalah kriteria Jazaah, yaitu hanya untuk domba ekor gemuk atau gibas yang telah genap 6 bulan masuk bulan ke tujuh.

Ingin menjadi juru sembelih hewan bersertifikat?
Ikuti pelatihan dan sertifikasinya: Juru Sembelih Halal + Sertifikasi berdasarkan SKKNI No. 196 tahun 2014

Artikel ini telah tayang pada web IPB university dengan judul Drh Supra Tikno Berikan Tips Memilih Hewan Qurban

sumber gambar:
1. Republika
2. Qamma Farm