Pentingnya dilakukan revegetasi

Sektor pertambangan merupakan salah satu penggerak roda perekonomian dan pembangunan nasional terbesar di Indonesia. Namun, di sisi lain pertambangan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Disebutkan bahwa setidaknya 70% kerusakan lingkungan di Indonesia disebabkan oleh operasi pertambangan.

Degradasi lahan tambang ini meliputi perubahan bentang alam, perubahan kondisi fisik, kimia dan biologi tanah, iklim mikro serta perubahan flora dan fauna. Hal tersebut berbahaya mengingat lahan yang tanpa tutupan memiliki banyak potensi masalah seperti erosi, lingkungannya menjadi panas, dan rendahnya tingkat penyimpanan air. Hal tersebut diutarakan oleh  Dr. Ir. Gunawan Djajakirana, MSc., pakar kualitas tanah, Pusat Studi Reklamasi Tambang Institut Pertanian Bogor.

Karenanya, revegetasi dinilai menjadi salah satu solusi yang dapat dioptimasi dalam menangani dampak lingkungan pada lahan pasca tambang. Revegetasi sendiri merupakan istilah yang terdiri dari serangkaian usaha untuk memperbaiki dan memulihkan vegetasi yang rusak melalui kegiatan penanaman dan pemeliharaan. Revegetasi menjadi solusi dalam menangani lahan pasca tambang agar dapat dimanfaatkan kembali, berupa pengembalian fungsi hutan, hutan produksi atau rekreasi.

Baca juga: Memperbaiki kualitas lahan pasca tambang, mungkinkah?

Proses dalam revegetasi

Revegetasi harus dilakukan terhadap seluruh lahan dengan tutupan lahan yang kurang baik. Meskipun demikian, daerah hulu lebih diutamakan mengingat pengaruhnya yang besar terhadap daerah hilir.

Dr Gunawan juga menjelaskan pentingnya perencanaan yang matang dan komprehensif untuk melakukan revegetasi. Berbagai langkah perlu dilakukan seperti analisis tanah, pemilihan tanaman sesuai dengan kondisi, persiapan bibit, persiapan lahan, hingga pemilihan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan bertanggung jawab dalam pelaksanaanya. Kompetensi personel pelaksana merupakan hal yang krusial untuk meminimalisir kegagalan proses revegetasi. Karenanya pelatihan secara berkala dan berkelanjutan sangat dibutuhkan bagi personel terkait.

Pemilihan tanaman untuk revegetasi

Pemilihan tanaman bergantung pada tujuan pasca tanam, misalnya jika lokasi revegetasi akan dimanfaatkan sebagai tempat produksi buah, perkebunan, ataupun tempat rekreasi. Namun demikian umumnya penanaman pada tahap awal akan didahului oleh tanaman penutup tanah (cover crops). Di sisi lain dalam rangka menjaga kenekaragaman hayati maka harus diprioritaskan pula penanaman kembali berbagai jenis tanaman lokal (Indigenous species).

Baca juga: High Conservation Value (HCV) dan Pelestarian Biodiversitas

Pelaksana revegetasi juga dapat menggunakan tanaman-tanaman yang memiliki karakteristik lekas (cepat) tumbuh. Tanaman jenis ini diharap kan dapat berperan dalam melindungi tebing, menahan laju angin, mengurangi intensitas suhu, meningkatkan dan memperbaiki kelembapan udara, menjaga kestabilan kelembapan tanah, serta menambah asupan bahan organik.

Pemeliharaan tanaman revegetasi

Proses pemeliharaan juga perlu diperhatikan, mencakup pembersihan gulma, pemupukan, penyiraman (bila diperlukan), pengelolaan hama dan penyakit tanaman, serta pemangkasan tanaman. Pemangkasan merupakan upaya pemeliharaan yang bertujuan agar percabangan tanaman bagus sehingga kokoh dari ancaman dahan yang patah atau potensi roboh saat angin kencang.

Pemeliharaan tanaman peneduh biasanya dilakukan hingga tanaman melewati masa kritis dan dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri (sekitar 1-2 tahun). Sedangkan pada tanaman buah untuk keperluan produksi maka perlu dipelihara secara berkala agar dapat terus produktif.

Setelah dilakukan revegetasi, diharapkan kualitas lingkungan kembali ke rona awal. Sehingga lahan pasca tambang yang pada awalnya tidak bernilai, dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan baik sebagai hutan alam maupun hutan produksi (buah-buahan atau kayu).

Dalam rangka meningkatkan dan menjaga kompetensi personel reklamasi lahan pasca tambang, IPB Training menyediakan berbagai pelatihan baik secara publik atau sesuai kebutuhan pelanggan diantaranya:

  1. Online Course Teknologi Revegetasi pada Lahan Pasca Tambang
  2. Teknik Perbaikan Kualitas Tanah pada Lahan Pasca Tambang Mineral dan Batubara
  3. Online Course Teknik Pembibitan Tanaman Hutan untuk Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang
  4. Teknik Pembibitan Tanaman Hutan untuk Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang
  5. Teknologi Revegetasi pada Lahan Pasca Tambang
  6. Pengelolaan Hidrologi pada Areal Pertambangan

sumber gambar:
1. Marcel Christen
2. Abigail Lynn