Pemahaman dasar

Handling merupakan upaya mengendalikan hewan dengan tangan kosong atau tanpa alat bantu sementara restrain merupakan upaya pengendalian hewan menggunakan alat bantu. Dalam penerapannya handling dan restrain ini harus mengikuti kaidah animal walfare atau kesejahteraan hewan. Kesejahteraan hewan sendiri meliputi kesejahteraan hewan secara fisik dan psikologi dari suatu hewan yang dapat diukur dari tingkah laku, fisiologis, umur, dan reproduksi hewan tersebut. Kesejahteraan hewan telah diatur dalam undang-undang (UU) nomor 18 Tahun 2009 Pasal 66-67 tentang kesejahteraan hewan yang kemudian diperbarui menjadi UU nomor 41 Tahun 2014.

Hewan peliharaan anjing

Dosen Sekolah Vokasi IPB program studi Paramedik Veteriner, Drh. Henny Endah Anggraeni, menerangkan bahwa kesejahteraan hewan mencakup lima kebebasan bagi hewan. Kelimanya terdiri dari (1) bebas dari rasa lapar dan haus, (2) bebas dari rasa ketidaknyamanan, (3) bebas dari rasa nyeri, trauma dan rasa sakit, (4) bebas dari ketakutan dan stress jangka panjang, serta (5) bebas mengekspresikan tingkah laku.

 

 

Tujuan handling dan restrain

Handling dan restrain memiliki tujuan, diantaranya yang pertama adalah untuk keamanan dan keselamatan manusianya, dalam hal ini dokter serta paramedik atau pemilik yang memberikan tindakan pada hewan. Kedua, handling dan restrain berperan untuk mempermudah kita dalam penanganan. Selanjutnya, untuk mempermudah kita melakukan pengawasan atau kontrol,  dan yang terakhir adalah untuk keselamatan hewan itu sendiri. Sebagaimana diutarakan Drh Henny (25/5/2021), “Jadi pada saat kita melakukan handling dan restrain pada hewan, pastinya harus diperhatikan keselamatan hewan itu sendiri.”

Handling dan restrain biasa dilakukan di rumah oleh pemilik anjing dan kucing. Contohnya adalah saat kita menggendong atau memasukkan mereka ke kandang. Namun teknik ini juga dapat dilakukan saat anjing dan kucing akan diperiksa, seperti di klinik hewan oleh dokter ahli maupun di tempat-tempat pelatihan khusus oleh pelatih anjing dan kucing tersebut.

Pentingnya handling dan restrain

handling pada kucingKeterampilan handling dan restrain penting dipelajari oleh pemilik hewan, paramedik serta dokter hewan. Hal tersebut karena berpengaruh dalam menjaga keamanan dan kenyamanan hewan dan orang yang menanganinya. Penerapan handling dan restrain yang tidak sesuai dengan kaidah animal walfare, akan berdampak buruk baik pada hewan peliharaan serta orang yang melakukannya. Beberapa dampak tersebut, misalnya adalah tidak terpenuhinya kesejahteraan hewan sehingga menyebabkan stress serta mengancam keselamatan orang yang melakukan penanganan.

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan handling dan restrain sebagaimana penuturan Drh Henny berikut:

“Untuk handling dan restrain, yang (penting diperhatikan) pasti satu tadi terbebas dari rasa sakit. Kemudian, yang kedua (kita upayakan agar) saat kita meng-handling itu tidak membuat hewan ketakutan. Karena itu, perlu diperhatikan juga suasana lingkungan atau ruangan (harus nyaman, aman dan tidak berisik). Contoh lainnya, saat akan meng-handling kucing jangan didekatkan pada anjing, atau perhatikan juga pencahayaan agar tidak terlalu terang khususnya jika hewan dipindahkan pada suasana baru. Berikutnya, dalam melakukan handling kita harus hati-hati tapi cepat atau gesit. Terakhir, harus diperhatikan juga kondisi hewan tersebut, apakah sehat atau sakit? apakah sedang bunting? termasuk pemahaman tentang umur dan ras.”

(Azzahra Zaita Putri Aulia dan Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah)

Pelatihan terkait:
1. Paramedis: Tata Laksana Handling dan Restrain 18 Juni 2021
2. Paramedis: Tata Laksana Pasien Rawat Inap 12 – 13 Juli 2021
3. Paramedis: Tata laksana persiapan pre dan post operasi 06 Agustus 2021
4. Paramedis:Skill Emergensi pada Hewan Kecil 24 – 25 Agustus 2021
5. Paramedis: Tata Laksana Pengambilan Radiografi 29 – 30 September 2021
6. Paramedis: Managemen Laboratorium dan Patologi Klinik 13 – 14 Oktober 2021
7. Paramedis: Tata laksana pengambilan sampel 16 – 17 November 2021
8. CPD Paramedis: Handling dan Restrain pada exotic Pet
9. Paramedis: Tata Laksana Pre-Anesthesi, Peri-Anesthesi dan Post Anesthesi

Gambar:
1. Werzk Luuu
2. My dokter hewan