Pentingnya pengembangan produk pangan

Pengembangan produk pangan merupakan salah satu strategi agar sebuah produk atau perusahaan dapat bertahan di tengah ketatnya persaingan. Sifat alamiah konsumen yang mudah bosan dan maraknya inovasi produk, juga menjadi alasan pengembangan produk perlu dilakukan. Sebagaimana produk pada umumnya, produk pangan juga melewati beberapa tingkatan dalam daur hidupnya sejak kemunculan, pertumbuhan, penurunan tingkat permintaan, hingga penghentian produksi. Pengembangan produk pangan sebaiknya dilakukan ketika jumlah permintaan terhadap produk tersebut mulai menurun. Inovasi dan pengembangan diperlukan agar permintaan terhadap produk dapat kembali stabil atau bahkan meningkat.

Terdapat tiga pilihan dalam melakukan pengembangan produk pangan. Pertama, membuat produk yang benar-benar baru. Produk baru ini dapat membuka peluang yang bagus, tetapi akan menghadapi risiko yang besar. Hal tersebut dikarenakan karakteristik produk yang benar-benar baru umumnya belum memiliki pasar yang stabil. Pilihan kedua adalah melakukan modifikasi terhadap produk yang sudah ada. Pilihan ini dapat menjadi alternatif karena tidak mengubah ide secara keseluruhan, namun terlihat baru di pandangan konsumen. Pilihan terakhir adalah melakukan imitasi dari produk lain, tetapi tetap memiliki ciri khas tersendiri.

Perspektif gizi dalam pengembangan produk

Melalui perspektif gizi, Dr. Ir. Budi Setiawan, MS, selaku Dosen Departemen Gizi Masyarakat, IPB University, mengungkapkan bahwa produsen perlu memperhatikan dampak produk yang dikembangkan terhadap kesehatan. Konsep healthylicious yang merupakan perpaduan dari healthy and delicious perlu diterapkan lebih lanjut dalam pengembangan produk. “Tren ke depan seharusnya makanan tidak sekedar enak, tapi juga menyehatkan,” jelas Dr. Budi.

Baca juga: Kupas tuntas uji organoleptik (evaluasi sensori)

Dr. Budi juga menjelaskan bahwa masih banyak bahan baku di Indonesia yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Pengembangan produk pangan dapat dijadikan sarana untuk memanfaatkan bahan baku tersebut hingga memiliki nilai tambah, termasuk bagi kesehatan manusia.  “Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, diantaranya meliputi sekitar 800 jenis tanaman yang dapat dijadikan bahan pangan. Untuk itu perlu peningkatan pemanfaatan indigenous food atau bahan-bahan pangan yang selama ini tersedia namun belum dimanfaatkan,” jelas Dr. Budi.

Faktor penting dalam pengembangan produk pangan

Pengembangan produk pangan yang baik harus dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek, mulai dari bahan baku hingga proses upscaling. Karakteristik dan sifat fungsional bahan baku tersebut dapat menjadi salah satu faktor penting. Dr. Budi mengatakan, “Saat memilih salah satu bahan baku itu kita harus tahu dia pantasnya jadi produk apa. Kalau memang tidak cocok jangan dipaksakan. Hal tersebut penting agar produk yang dihasilkan akan baik kualitasnya.”

Produsen juga perlu memperhatikan target konsumen dari produk yang akan dikembangkan. Hal ini akan turut menentukan bagaimana produk tersebut dikembangkan dengan skala yang lebih besar. Produk pangan secara umum dapat dibedakan menjadi jasa boga dan industri pangan. Prinsip pengembangan produk keduanya pun berbeda. Jasa boga harus memiliki produk andalan yang kemudian dapat dikembangkan menjadi menu-menu lainnya. Sementara itu, industri pangan cenderung menawarkan satu produk untuk semua kalangan. Jika ditinjau dari aspek gizi dan kesehatan pendekatan  satu produk untuk semua kalangan merupakan tantangan dalam pengembangan produk. Hal tersebut menjadi tantangan karena pada kenyataannya, kebutuhan gizi tiap orang berbeda. “Kalau dari sisi kesehatan, semakin spesifik sebuah produk makanan maka akan semakin baik. Jadi makanan itu tidak dirancang untuk semua orang. Produk makanan dibuat untuk kelompok tertentu, agar asupannya sesuai dengan status gizi dan kesehatan kelompok sasaran. Sehingga harapannya dengan mengkonsumsi makanan yang sesuai, tubuh akan menjadi lebih sehat,” ucap Dr. Budi. (Tia Nurdianty Ameylia/Korpus IPB)

Butuh pelatihan terkait pengembangan produk pangan? kunjungi:

  1. Online Course Pengembangan Produk Pangan Baru untuk Intervensi Gizi 09 – 15 Februari 2021
  2. Online Course Evaluasi Sensori Makanan dan Minuman 15-19 Maret 2021
  3. Evaluasi Sensori Makanan dan Minuman  (tatap muka) 03 – 05 Agustus 2021
  4. Pengembangan Produk Pangan Baru untuk Intervensi Gizi (tatap muka) 01 – 03 November 2021
  5. Evaluasi Sensori Minuman (tatap muka) 10 – 12 November 2021

gambar: Gabrielle Henderson & global-organics