Daerah Aliran Sungai

Daerah Aliran Sungai (DAS) atau daerah tangkapan air merupakan suatu wilayah yang dibatasi oleh perbukitan dan berfungsi sebagai tempat untuk menampung jatuhnya air dan mengalirkannya ke sebuah titik (outlet). DAS terdiri dari komponen-komponen berupa faktor fisik (seperti tutupan atau penggunaan lahan serta topografi) dan komponen non fisik (berupa manusia yang bertempat tinggal di wilayah DAS).

Agar tercapai keseimbangan antara kedua komponen tersebut, dengan proses-proses yang terjadi di dalam DAS, maka perlu dilakukan proses integrasi yang dikenal dengan pengelolaan DAS. Tujuan pengelolaan DAS adalah mengendalikan hubungan timbal balik antara sumberdaya alam dan lingkungan DAS dengan kegiatan manusia. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Sungai

Peran Pemodelan Hidrologi dalam Pengelolaan DAS

Dalam pengelolaan DAS, pemodelan hidrologi merupakan alat bantu untuk mecapai tujuan pengelolaan yang lestari. Secara umum, pemodelan merupakan penyederhanaan suatu sistem yang bertujuan untuk memahami proses-proses yang terjadi dari suatu sistem kompleks yang terjadi di alam. Hal tersebut penting karena pada umumnya proses-proses yang terjadi di alam sulit diprediksi.

“Misalnya dalam neraca air, bagaimana proses-proses tersebut terjadi di alam mulai dari air hujan sebagai input, proses infiltrasi, hingga terjadinya runoff dan lain sebagainya. Kalau harus menunggu proses hujan terjadi lebih dulu agar dapat melihat proses-proses selanjutnya (tentu akan menyulitkan). Karenanya, untuk memahami bagaimana proses-proses itu terjadi, maka dibuatlah sebuah pemodelan,” jelas Dr. I Putu Santikayasa, M.Sc., pakar pemodelan hidrologi Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB University.

Pemodelan hidrologi dapat membantu menentukan perencanaan pengelolaan DAS. Sebagai contoh, dalam menentukan cara pengelolaan DAS agar tidak terjadi banjir dapat diketahui berdasarkan informasi  tingkat curah hujan. Langkah pertama adalah dengan melakukan simulasi atau membuat model dari DAS tersebut. Selanjutnya, dibuatkan skenario mengenai hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Hal tersebut mencakup perubahan lahan, perilaku masyarakat,  kondisi fisik, dan curah hujan. Terakhir, dibuatkan pemodelan hidrologi berdasarkan skenario yang telah dibuat, sehingga akan didapatkan respon-respon tertentu.

“Misalkan dibuat skenario, jika curah hujan tinggi, maka respon debitnya tinggi. Kemudian dilihat apakah debit tersebut diterima oleh DAS tersebut. Jika kelebihan apakah akan terjadi banjir atau tidak. Jika terjadi banjir maka dapat dijadikan suatu pembelajaran untuk mendapatkan opsi-opsi yang dapat dilakukan untuk pengelolaan.” paparnya.

Kegunaan Pemodelan Hidrologi  bagi Stakeholder DAS

Pemodelan hidrologi dapat membantu stakeholder dan pengguna DAS, yang terdiri dari masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah DAS, pengelola, pelaku ekonomi serta pemerintah. Setiap stakeholder DAS memiliki kepentingan yang berbeda-beda dalam menggunakan DAS. Masyarakat memiliki kepentingan untuk memiliki ketersediaan air yang cukup. Sementara itu, pelaku ekonomi tentu berharap akan memperoleh nilai ekonomi yang tinggi dari keberadaan sebuah DAS.

Pemerintah merupakan stakeholder yang berkepentingan dalam konteks pembuatan kebijakan yang dapat menyelesaikan permasalahan dalam pengelolaan DAS. Sebagai contoh adalah perubahan lahan yang akan berdampak pada debit dan ketersediaan air. Selain itu, terdapat pula stakeholder yang tidak terlibat secara langsung pada pengelolaan DAS, tetapi merasakan manfaatnya. Perguruan tinggi misalnya, akan dapat menerima informasi dari proses-proses yang terjadi pada DAS untuk dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan keilmuan Hidrologi DAS. (Hanifah Azzahra)

Ingin belajar terkait pemodelan hidrologi dengan pakar dari IPB? Ikuti pelatihan berikut:

  1. Online Course Pemodelan Hidrologi dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) pada 27 – 28 Mei 2021
  2. Pemodelan Hidrologi dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) pada 22 – 24 September 2021
  3. Pengelolaan Hidrologi pada Areal Pertambangan pada 22 – 24 November 2021

Gambar:
1. Fadhel Rabbani
2. Pat Whelen