Peran Penarikan Contoh

Teknik penarikan contoh merupakan bagian dari metodologi statistika, yang berhubungan dengan pengambilan sampel. Teknik ini dapat digunakan di berbagai bidang, salah satunya di bidang keswan (kesehatan hewan) dan kesmavet (kesehatan masyarakat veteriner).

Peran Penarikan Contoh

Menurut Dr. Ir. Etih Sudarnika, M.Si., Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, teknik penarikan contoh memiliki banyak peran terhadap laboran di bidang keswan dan kesmavet. “Tentu banyak. Bukan untuk laborannya mungkin, ya, tapi lebih tepatnya bagi kegiatan di bidang keswan dan kesmavet,” ujar Dr. Etih, Senin (22/3).

Dr. Etih menjelaskan terkait beberapa peran penarikan contoh, antara lain menjamin bahwa sampel yang diambil berkualitas dan representatif. Hal itu sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan di bidang keswan dan kesmavet. Selain itu, penarikan contoh berperan menjamin keamanan pangan asal hewan di bidang kesmavet, dan surveilans penyakit hewan di bidang keswan.

“Berkualitas artinya sesuai dengan tujuan pengujian dan masih layak uji ketika tiba di laboratorium. Representatif artinya mewakili populasi targetnya,” ungkap Dr. Etih.

Proses pengambilan sampel oleh Petugas Pengambil Sampel

Kesulitan yang Dialami oleh Laboran

Dr. Etih mengungkapan bahwa terdapat beberapa kesulitan yang dialami laboran, seperti: laboran belum memahami teknik sampling yang benar, sehingga perlu mendapatkan pelatihan sampling; sampel berukuran terlalu kecil karena terkendala biaya, yang tentu saja menyebabkan tingkat akurasi rendah; dan mengalami kendala ketika menerapkan tekniknya di lapangan.

“Laboran harus mendapatkan pelatihan dan bimbingan dalam teknik sampling. Untuk penjaminan mutunya harus ada audit internal maupun eksternal. Oleh karena itu, salah satu syarat wajib lab teakreditasi ISO 17025 adalah staf lab telah mengikuti pelatihan sampling,” ungkap Dr. Etih menjelaskan cara mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.

Pelatihan teknik penarikan contoh sendiri merupakan syarat wajib dalam memenuhi standar ISO 17025. Oleh karena itu, laboratorium yang akan mengajukan akreditasi ISO 17025 akan mengirimkan pesertanya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Analisis yang dilakukan dalam teknik penarikan contoh ini adalah analisis data sesuai kaidah-kaidah statistika sehingga kesimpulannya menjadi sahih,” jelas Dr. Etih. “Berbagai alat analisis statistika digunakan sesuai dengan tujuan,” lanjutnya.

Pelaksanaan Training

Terkendala pandemi, pelatihan dilaksanakan menggunakan metode daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Penerapan metode dalam jaringan (daring) baru kali ini diterapkan sejak diadakannya pelatihan oleh IPB Training.

Kesulitan sebagai pelatih dalam melakukan pelatihan secara daring tentunya dirasakan Dr. Etih, di antaranya tidak bisa mengontrol aktivitas peserta secara langsung karena peserta seringkali menonaktifkan kamera dan mikrofonnya, tidak dapat membimbing pelatihan secara langsung sehingga kemampuan setiap peserta tidak dapat diketahui, komunikasi dengan peserta tidak lancar karena kendala perangkat maupun sinyal.

“Kesulitan bagi peserta, umumnya kendala teknis yang tidak memadai seperti jaringan device. Peserta seringkali berada di satu ruangan bersama sehingga mikrofon tidak dapat dinyalakan,” ungkap Dr. Etih. Karena alasan tersebut, komunikasi pelatih dan peserta jadi terhambat. ”Jadi, kendalanya adalah kendala teknis sih, yang paling umum, tapi sangat penting,” tutupnya. (Valenda Tunjung Aurin K.)

Berikut adalah daftar pelatihan terkait Kesmavet yang diselenggarakan oleh IPB Training:

  1. Online Course Teknik Penarikan Contoh dan Analisis Data 26 – 27 April 2021
  2. Online Course Analisis Data Surveilans 28 – 29 April 2021
  3. Online Course Pencegahan dan Pengendalian Mastitis Subklinis pada Sapi Perah 27 – 28 Mei 2021

gambar: ThisisEngineering RAEng