Apa itu CGE dan apa bedanya dibanding model analisis ekonomi lainnya?

Computable General Equilibrium (CGE) atau sering disebut Applied General Equilibrium (AGE) merupakan suatu model ekonomi yang sering digunakan untuk melihat dan menganalisis dampak perubahan kebijakan terhadap variable-variabel ekonomi. Salah seorang yang mengembangkan model CGE nasional, recursive dynamic, di Indonesia adalah Prof. Rina Oktaviani (alm), Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi dan Direktur International Trade Analysis and Policy Studies (ITAPS) FEM IPB (periode 2018). Model CGE merupakan model keseimbangan umum yang memodelkan para pelaku atau agen-agen yang terlibat dalam suatu perekonomian beserta interaksi behaviour-nya. Berbagai agen dalam perekonomian tersebut akan saling berinteraksi sampai tercapai kondisi keseimbangan umum di setiap pasar. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dampak dari suatu kebijakan.

Selain CGE, terdapat model ekonomi lainnya, yaitu Parsial Equilibrium (PE Model), Equilibrium Displacement Model (EDM), Model Input Output (IO) dan Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE). Jika dibandingkan dengan model keseimbangan parsial, model CGE memiliki keunggulan. Hal tersebut karena model CGE telah memasukkan semua interaksi antara pelaku-pelaku ekonomi secara keseluruhan, baik faktor produksi maupun pasar komoditas. Sementara itu dibandingkan dengan SNSE dan Social Accounting Matrix (SAM), model dianggap lebih unggul karena CGE telah memasukkan persamaan non-linear.

Lihat juga: Time Series Analysis : Ekonometrika dalam Grafis

 

Penerapan CGE

Model CGE dapat dibedakan menjadi CGE nasional dan multi region, serta multi sektor yang dikenal dengan nama GTAP (Global Trade Analysis Project). Model CGE yang tidak memasukkan unsur dinamis disebut model comparatif static, sedangkan model CGE dinamis dapat dibedakan menjadi recursive dan fully dynamic.

Model CGE (nasional maupun GTAP) dapat digunakan untuk menganalisis berbagai kebijakan ekonomi dan perdagangan internasional yang bermanfaat bagi para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan. Terkini, tim peneliti IPB University yang terdiri dari Dr Widyastutik, Dr Dikky Indrawan, Dr Heti Mulyati dan Syarifah Amaliah MappEc, menggunakan model CGE nasional untuk menganalisis dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian. Berdasarkan hasil simulasi (yang menangkap stimulus pemerintah dan jaring pengaman sosial), fenomena variabilitas iklim, guncangan demand ekspor, dan fenomena migrasi dari kota ke desa, sektor pertanian diprediksi mampu menjadi buffer sector. Selain itu, hasil simulasi juga menangkap bahwa sektor pertanian sebagai jaring pengaman sosial alamiah bagi penyerapan tenaga kerja.

Pada dasarnya, analisis ekonomi menggunakan model CGE dapat mempermudah pengambilan keputusan ekonomi yang efektif dengan mempertimbangkan potensi dampak perubahan kebijakan tersebut terhadap variable-variabel ekonomi yang relevan. Meski demikian diperlukan pemahaman yang komprehensif agar dapat menggunakannya sesuai dengan tujuan penelitian yang diharapkan.

Jika pembaca ingin belajar mengenai model analisis CGE dan model analisis ekonomi terapan lainnya, pembaca dapat memperoleh informasi lengkapnya pada tautan berikut:

  1. Ekonometrika Terapan untuk Data Time Series (Eviews) 30 – 31 Maret 2021
  2. Online Course Analisis Kebijakan Ekonomi menggunakan Computable General Equilibrium (CGE) 01 – 03 April 2021
  3. Analisis Potensi Ekonomi Regional 08 – 09 Juli 2021
  4. Valuasi Ekonomi sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan SDAL 28 – 30 Juli 2021
  5. Ekonometrika Terapan untuk Data Panel (Stata) 27 – 28 September 2021
  6. Regresi Khusus: Quantile, Rolling dan DID (Eviews) 30 September 2021
  7. Ekonometrika Terapan dengan Software R 13 – 14 Oktober 2021
  8. Ekonometrika Terapan untuk Data Spasial (Stata) 23 – 24 November 2021
  9. Analisis Kuantitatif untuk Riset Bisnis dan Manajemen 29 – 01 Desember 2021

gambar: Chuttersnap