Ragam teknik pengeringan

Teknik pengeringan bahan dengan bantuan matahari merupakan teknik pengeringan konvensional yang dianggap dapat menyebabkan kerusakan pada produk, khususnya kerusakan warna. Karenanya untuk memperoleh produk kering dengan warna yang masih terjaga, maka kita perlu menggunakan alat pengering tipe pengering beku (freeze dryer).

Di sisi lain, terdapat pula alat pengering tipe fluidized bed dryer yang mampu menghasilkan produk kering dengan warna yang relatif utuh. Cara kerja alat pengering fluidized bed dryer adalah dengan memanfaatkan media hembusan angin dari arah bawah ke atas. Sayangnya, alat ini relatif sulit ditemukan dipasaran dan biaya penggunaannya juga tidak murah. Hal tersebut menjadi kendala bagi industri rumahan untuk menggunakan alat tersebut.

Penelitian terbaru

Dr Tjahja Muhandri, Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian menemukan teknik pengeringan sederhana dengan bantuan matahari tanpa merusak warna produk. Sebagai pelengkap Dr Tjahja membutuhkan alat tambahan berupa kipas angin dan kain kasa nyamuk untuk menyempurnakan tekniknya. Kipas angin dipilih untuk memainkan peran sebagai eliminator atau penghilang uap air, panas dan penumpukan zat aktif di sekitar produk yang dikeringkan.

pengeringan daun

Dr Tjahja menyatakan bahwa hembusan angin dapat berguna untuk mencegah terjadinya kenaikan suhu secara drastis. Selain itu teknik ini juga dapat meminimalisir penumpukan uap air serta penumpukan zat aktif penyebab reaksi oksidasi yang menyebabkan produk menjadi kecoklatan.

Baca juga: Peluang usaha minuman rempah

Inspirasi riset

Teknik pengeringan ini ditemukan oleh Dr Tjahja secara tidak sengaja. Hal tersebut bermula dari pengamatan beliau terhadap dua buah perlakuan daun hasil pemangkasan pohon tiga pekan sebelumnya.

“Dedaunan hasil pangkasan saya masukkan ke dalam plastik. Dedaunan hijau ini sudah mulai kecoklatan dan bau fermentasi. Sedangkan di plastik lain ada tiga helai daun hijau yang saya campur dengan daun kering warnanya tetap hijau,” kata Dr Tjahja seraya memberikan ilustrasi.

Dari pengamatan tersebut Dr Tjahja menyimpulkan bahwa penyebab daun berubah menjadi kecoklatan adalah penumpukan uap air, peningkatan suhu secara drastis yang menyebabkan degradasi klorofil serta penumpukan zat aktif yang dikeluarkan oleh dedaunan segar. Ketiga hal ini tidak menyebabkan daun lekas berubah menjadi kecoklatan pada plastik yang berisi campuran daun kering dan basah. Hal tersebut dikarenakan ketiganya dengan cepat diserap oleh dedaunan kering.

Berbekal pengamatan tersebut beliau kemudian menyimpulkan bahwa jika dapat diciptakan kondisi pengeringan bahan yang dapat membuang uap air dan zat aktif sekaligus menurunkan suhu tentu akan memperlambat proses perubahan warna bahan tersebut.

Potensi pengembangan penelitian

Meski dari segi fisik warna bahan mampu dipertahankan, namun demikian teknik pengeringan temuan Dr Tjahja ini masih perlu dilakukan riset lebih lanjut. Hal tersebut mengingat potensi teknik ini untuk mempertahankan warna sekaligus menjaga kandungan berbagai zat aktif yang ada di dalam produk.

Karenanya teknik ini memberikan harapan, khususnya bagi pelaku usaha rumahan untuk dapat meningkatkan kualitas produk dengan alat pengeringan yang sederhana dan biaya operasional yang lebih efisien. Di sisi lain, jika dapat dibuktikan lebih lanjut bahwa teknik pengeringan ini dapat mempertahankan berbagai zat aktif yang terkandung di dalam bahan, tentu ini menjadi kabar baik bagi industri biofarmaka Indonesia.

artikel ini telah tayang pada website ipb dengan judul: Dr Tjahja Muhandri Temukan Teknik Pengeringan dengan Matahari Tanpa Merusak Warna Produk